resnanadia

Tempat makan yang tergolong masih baru dan sudah ramai sekali. Makanan ini cocok dimakan kalau lagi atau sehabis hujan, hmmm. Makanan apa ya, di mana ya. Mau tau banget atau mau tau aja? (sebel sendiri ngetiknya hahaha). Kali ini waktunya makan di CEKERAN MIDUN "Pedasnya Mengoet Perut".

Dari namanya udah pasti makanan utamanya ceker ya. Nah, tempat makan ini adanya di dekat kampus saya,  terletak di Jalan Singaperbangsa 103, Dipatiukur. Kalau susah mah pokoknya deket Rabbani atau deket Monumen Perjuangan, tempatnya pas di depan Kurisol. Ga susah dicari kok.

Musim hujan belum pergi, cocok banget sore-sore makan ceker. Pada suka ga nih? Ceker di sini tergolong unik, mirip ramen, ada levelnya. Olahan ceker di sini semuannya berkuah. Kuahnya beda-beda. Nah, kalian bisa pilih dari mulai Cekeran Lapindo, Cekeran Laut Mati, Cekeran Setan Merapi, Cekeran Kuah Baso, dan menu lainnya. Yang saya sebutin cekeran-cekeran itu, bedanya itu di kuahnya, buat lebih jelasnya sih mending dateng deh, hehehe. Kalau favorit saya sih Cekeran Laut Mati. Nah, levelnya bisa kalian pilih, saya sebutin urutannya dari mulai level paling rendah sampai level terpedas ya. Levelnya Letusan Tangkuban Perahu, Letusan Gunung Merapi, Letusan Galunggung, dan yang paling pedas Letusan Krakatau. Pilih mana? Kalau saya sih Tangkuban Perahu aja udah cukup, beneran mengoet perut hahaha. Soal harga, pas banget sama kantong mahasiswa, hehehe. Cekernya satu porsi antara 9ribu - 10ribu, kalau makanan yang lainnya saya lupa. hehehe. Gimana? Kabita ga? Pas banget kan kalau lagi hujan-hujan gini :D

Cekeran Kuah Bakso Letusan Gunung Merapi
9k

Cekeran Laut Mati Letusan Gunung Merapi
9k



Setelah sushi, re(s)komen kali ini bakal bahas makanan yang biasanya jadi menu kalian buat sarapan. Apa diaaaaaaa. Yayaya, saatnya makan roti! Lagi-lagi, di Bandung pasti saja selalu ada tempat makan yang beda dari kota lain. Nah, kali ini ada tempat makan roti yang sudah ada sejak 1958. Seumuran orang tua kita nih.

Roti Gempol.
Terletak di Jalan Gempol Wetan No.4, kalau bingung dimana itu Jalan Gempol, Jalan itu adanya di sekitar Jalan Trunojoyo, Bahureksa, lebih gampang lagi jalan itu deket sama Jalan Wira Angun-Angun dan Total Buah, kalau susah mah udah aja ke Jalan Trunojoyo, yang banyak distro itu, lalu tanya dimana Jalan Gempol, beres :D

Di sekitar Jalan Gempol terdapat beberapa tempat makan yang selalu ramai, seperti Sate Gempol dan Kupat  Tahu Gempol. Nah, Roti Gempol letaknya agak ngumpet, pokoknya kalau bingung tanya aja ya sama orang di jalan. hehehe. Tempat roti bakar ini berbeda dengan tempat lain yang serupa di Bandung. Di sini tempatnya cukup mungil tetapi yang saya suka adalah bersih, rapi, dan suasananya seperti di rumah sendiri. 

Menu yang ditawarkan adalah Roti Manis (selai strawberry, blueberry, meses cokelat), Roti Asin (pilih 1 isi antara telur, keju, daging asap), Roti Spesial (pilih 2 toping), & Roti Komplit. Roti Asin, Spesial, & Komplit menggunakan mayonaise. Kita bisa memilih jenis roti sesuai selera, roti putih atau gandum, harganya hanya beda seribu rupiah. Dan ada pilihan mau perseorangan atau ririungan (bareng-bareng). Kemarin saya pilih yang asin perseorangan spesial, isinya daging asap dan keju, harganya 13 ribu. Enak banget bikin nagih dan FYI, di sini rotinya produksi sendiri loh, jadi pastinya insyaAllah sehat. Harganya berkisar dari 6ribu - 40ribu. Selain sarupaning rorotian di sini juga dijual Addicted Tea. Yang bingung mau sarapan apa di pagi hari, semoga Roti Gempol bisa jadi referensi teman-teman ya :)




Perseorangan Spesial (putih) isi keju dan daging asap
13k



Memang betul, rasanya seperti mimpi.
Teman-teman pasti sedang berbohong.
Satu tahun yang lalu, tanggal 7 Maret.
Ketika datang sudah banyak orang.
Tulus yang sama sekali tidak ingin tersenyum
Sarah dan Wina yang terisak.
Melia yang berusaha meyakinkan untuk tegar.
Tulus yang akhirnya mengantar untuk melihatnya terakhir kali.
Benar, Tulus, dia orang baik. Dia tersenyum.

Masih kebayang waktu sekelas.
Waktu masih satu sekolah.
Sering banget ngegodain, main bareng.
Ngaku-ngaku pacaran.
BBMan sayang-sayangan.
Marah ga diajak liburan.
Janji mau nganterin oleh-oleh.
Maunya dipanggil Jimmy Danger.
Suka ngegodain si Mamah.
Ledek-ledekan.
Tukeran tas.
KANGEN!!
Tapi sekarang udah ga bisa ya, Rif.

Arief, udah setahun lo ninggalin kita.
Ninggalin gue, Wina, Tulus, Sarah.
Ninggalin temen-temen yang lain.
Pasti lo udah bahagia di sana ya, Rif
Ya Allah, jaga baik-baik Arif.
Selalu berikan tempat yang terbaik.
Lapangkan tempat beristirahatnya.
Amien. Kita selalu doain buat lo, Rif.
Jaga Arif, ya Allah.


Tadi, pilih siapa?

Jika ada mereka di Bandung, di situ ada saya. Seperti peribahasa, ada gula ada semut. Nah, saya jadi semutnya, dan mereka jadi gulanya. Hahaha, ngarang ya, ya begitulah. Lalu, yang jadi gula itu mereka, mereka itu siapa. Efek Rumah Kaca, Cholil Mahmud cs.

Iseng-iseng ngecek twitternya ERK, ternyata ada pengumuman bahwa mereka memainkan set panjang selama dua jam di Bober Tropica, 17 Februari, di acara launching buku Teten Masduki, seorang aktivis anti korupsi. Saya tahu hanya dua hari sebelumnya dan pasti selalu bingung mau nonton sama siapa. Tapi saya pikir, sendiri juga harus nonton, kapan lagi. Hari-H, setelah sibuk cari temen, akhirnya ada yang berbaik hati mau nemenin, Gea dan Sasa.

Di Bober, Gea dan Sasa memutuskan untuk duduk saja sambil menonton, kalo saya sih akhirnya aga maju ke depan, sendirian. Mereka memainkan lagu-lagu dari dua album lama dan beberapa lagu dari album ketiga yang akan datang, yang katanya belum beres juga, diantaranya Biru dan Senja (ini kalau tidak salah). Tampil seperti biasa bersama Poppie, Adrian masih sakit. Cholil mengatakan bahwa kasihan jika Adrian ikut manggung, karena membuat penyakitnya semakin parah, mungkin kalau manggung adrenalin meningkat. Tapi, album ketiga tetap full bersama Adrian. Semoga lekas sembuh, Amien.

Ketika mereka bertiga lalu ditambah dengan tiga orang lainnya, yang diantaranya adalah Andi Hans, pemain piano, dan pemain trompet, maka mereka menamakan diri mereka Pandai Besi dengan tetap membawakan lagu-lagu ERK dengan aransemen yang berbeda. Sebagai fans, saya harus jujur, ada beberapa yang saya suka aransemennya, ada juga yang saya lebih suka dengan aransemen lama, selera. Dan kabarnya mereka akan melakukan rekaman di Lokananta, untuk lebih lengkapnya, cek web mereka!

Dua jam seperti biasa, ga kerasa. Tetep aja kurang. Saya sih maunya seharian liat mereka, hahaha.
Saya sudah wanti-wanti sama Sasa dan Gea, kalau ada kesempatan foto bareng Cholil, saya mau foto. Ternyata ketika bubar, di panggung ada beberapa orang yang foto, saya langsung ajak Sasa, dapet foto bareng! Ini foto kesekian bareng Cholil, sisa foto yang lainnya ketika rambut masih panjang, haha.

Di akhir acara.
"Dari tadi kami sangat berhati-hati ketika bermain, karena ini berbarengan dengan pilkada (Teten Masduki adalah salah satu Cagub), ketika kami disuruh mendukung salah satu pasangan, kami pun pasti tidak mau, it's beyond dari pilkada." - Cholil Mahmud.



Berani Jujur Hebat!

Mungkin gini rasanya ngidam, pengennya susah ditolak. Kemarin-kemarin pengen banget makan bubur. Dan kebetulan seminggu ini udah tiga kali makan bubur. Emang cocok banget makan bubur lagi ujan-ujan gini. Kadang suka disangka sakit kalau pengen makan bubur, terutama Ayah saya. Setiap saya bilang mau bubur pasti ditanya, "lagi sakit, ya?" Padahal kan ya pengen aja makan bubur.

Pas banget saya tinggal di Bandung, yang segala makanan apapun ada. Nah, sekarang saya mau kasih rekomendasi beberapa tempat makan bubur yang terkenal di Bandung. Saya mulai dari yang paling saya suka, ya. :)

1. Bubur Haji Oyo
Dari saya kecil udah ada nih, om saya suka banget sama bubur ini, karena sering diajak, jadi suka deh. Bubur ini termasuk bubur yang kental. Ciri khas bubur Mang Oyo itu kalau dibalik, ga tumpah. Dulu waktu saya kecil, lokasinya ada di jalan kecil depan PGII. Setelah itu beberapa kali pindah tempat, dan terakhir yang sering saya kunjungi itu di daerah Sulanjana (depan Gummo). Kalian bisa pilih, bubur polos atau dengan tambahan toping lainnya seperti cakue, ati ampela, dan telur. Harganya dimulai dari 10 ribu, ada dari pagi sampai malam, kalau belum habis.

2. Bubur Di Samping RS Muhammadiyah
Saya lupa nama buburnya bubur apa, hehe. Yang jelas ini juga enak, banyak, dan murah. Harga 1 porsinya 10 ribu, kalau 1/2 porsi 6 ribu. Banyak banget, topingnya lengkap, ayam, cakue, ati ampela, dan emping. Lokasinya ada di samping RS Muhammadiyah Jl. Banteng, deket Palasari dan Lodaya. Tempatnya kecil, kok, tapi rasanya besarrr. Selalu ada mau jam berapapun. :)

3. Bubur Gibbas
Berlokasi di Jalan Kebon Jati, tepatnya di Sebrang RS Kebon Jati. Bukanya mulai maghrib. Saya baru coba sekali, tapi langsung suka. Buburnya tidak terlalu kental, tapi topingnya banyak bangettt. Saya kemarin pesan setengah porsi bubur komplit, harganya 10ribu. Kalau satu porsi harganya 12 ribu. Wajib coba, topingnya memuaskan!

4. Bubur PR 
Ini nih, bubur kesukaan Ayah saya. Katanya dulu beliau kalau makan bubur pasti di sini dari jaman beliau sekolah. Tempatnya ada di depan kantor PR, Jalan Asia Afrika, bukanya malam juga. Enak, dan buburnya tidak terlalu kental. Saya lupa harganya berapa, kalau tidak salah sih 15 atau 13 ribu.

5. Bubur Pelana
Buburnya encer, kalau saya pribadi tidak terlalu suka, tapi ya tergantung selera, soalnya tempat ini ramai sekali. Selain bubur, ada juga es campur dsb. Harganya juga saya lupa, ya standar harga bubur enak lah pastinya, hehe. Tempatnya di depan BPI 1, Jalan Burangrang. Bukanya malam.

6. Bubur Zaenal
Ciri khas buburnya itu memakai pandan dan santan, banyak yang suka, tapi kalau menurut saya jadinya malah manis, hehe. Ya, lagi-lagi tergantung selera. Belokasi di Simpang Dago, kalau bingung, cari aja makanan di seberang McD Simpang. Bukanya malam, harga 1 porsinya 15 ribu.

Ada yang punya rekomendasi lain? Ditunggu :)
Yamin.
Bakso+pangsit+ceker/babat.
Baru ngebayanginnya aja udah langsung lapar, (lebay sih dikit hahaha).
Saya termasuk penggemar yamin, yamin asin. Kalau orang lebih suka yamin manis, saya suka banget sama yamin asin. Kalau ada tempat yang jual yamin dan katanya enak, saya harus coba. :D

Nah, sekarang saya punya satu rekomendasi yamin yang enak banget, ini sih masih jadi favorit saya se-Indonesia, buat saya belum ada yang ngalahin yamin di sini, sesuai selera sih, tapi ya kira-kira gitu lah menurut saya, kali ini gak lebay, kok. Namanya, Mie Bakso Tasik, adanya di Bogor, tepatnya di Yogya Jalan Baru. Warga Bogor terutama warga Yasmin, pasti tau Yogya Jalan Baru. Kalau kalian tinggal di Bogor belum pernah nyoba, atau kebetulan lagi ke Bogor, wajib coba!

Mie Bakso Tasik, menunya banyak, makanan utamanya pasti Mie dan Bakso ya (yaiyalah, Res!). Mie yang dimaksud di sini adalah yamin. Kalian bisa pesen yamin, bihun, atau bakso. Ada yamin polos, dan ada juga yang ditambah bakso, pangsit, atau babat. Atau kalian bisa pesen mie bakso pangsit babat, ini favorit ayah saya banget. Kalau favorit saya sih, mie bakso pangsit, soalnya ga suka babat. Harga? Menurut saya harga sih standar, berbanding lurus dengan rasa dan porsi. Porsinya banyak dan rasanya dijamin enak. Harga 1 porsi mie (yamin) di sini dimulai dari harga 17ribu rupiah. Selain mie bakso, di sini juga ada seafood, jadi kalian bisa pilih, mau mie atau seafood. Seafoodnya juga enak.

Selamat mencoba :)





ULIL!!!
Siapa yang masih inget permainan di atas?  Anak-anak seangkatan saya yang tinggal di Bandung pasti tahu apa itu Ulil. Ulil, si ulat legendaris dari Bandung, hahaha. Dulu belum ada TSM atau BCL, mainannya masih di Kings, naik Ulil. Sebenarnya namanya Minicoaster, tapi gatau dari dulu nyebutnya Ulil. Ya, permainan ini adanya di Kings, Dalem Kaum, Bandung. Selain Ulil, ada juga Gantole, Kora-kora, Monorail, Kincir, tentunya dalam bentuk mini.

Dulu mungkin dari mulai sebelum tk, saya sudah sering naik Ulil dan sekarang saya sudah besar, sudah kuliah, sudah mau lulus malah (amien). Dan ternyata...Si Ulil masih ada! Adik sepupu saya cukup sering main di sana, dan teman saya beberapa waktu lalu mengatakan bahwa si Ulil memang masih ada. Kebetulan tadi Ibu saya ada keperluan di sekitar sana, dan saya bilang mau naik Ulil. Ibu saya sempat aneh, tapi akhirnya kesampean juga naik si Ulil. 

Perasaan saya dulu si Ulil tuh gede, tadi sih naik, ga ada apa-apanya banget, hahaha. Ya pastinya karena sayanya udah gede yaaa. Buat temen-temen seangkatan saya nih, yang punya adik, sepupu, keponakan, atau sodara yang masih kecil, ga ada salahnya buat ngajak main naik Ulil. Atau yang kangen naik Ulil, mau nostalgia mungkin, harus wajib coba. Murah Meriah Meraih. Dijamin sangat terjangkau. Selamat mencoba!

Harga:
1 koin, 1800 rupiah.
Setiap permainan butuh jumlah koin yang berbeda. Tapi rata-rata cukup satu koin, kok :)
Januari.
Hujannya berbeda, tenang, sedikit petir, tapi berbahaya. Angin dan banjir.
Waktunya libur juga biasanya buat mahasiswa, buat kampus saya sih, hehe.
Kalau Januari pasti bingung buat liburan, cuacanya gak bagus.
Setelah bingung mau liburan ke mana, kebetulan temen ada yang survei tempat ke Lembang dan ada tempat bagus, akhirnya kita ikut ke sana juga, Grafika Cikole Lembang. Lumayan buat quality time sama sahabat-sahabat, ga perlu jauh yang penting bareng. 

Jadi, Grafika Cikole itu salah satu tempat wisata yang ada di Lembang Bandung, mempunyai fasilitas penginapan, outbond, kebun strawberry, dan restauran. Nah, kemarin saya dan teman-teman menginap di sana, kami memilih pondokan yang berada di tengah-tengah hutan pinus, pondokannya unik, nanti lihat fotonya saja, ya :D. Ada dua jenis pondokan, pondokan standar dan vip, harganya sama, 350 ribu rupiah, perbedaannya pada kasur, api unggun, dan  balkon. Kasur di pondokan standar lebih besar dan di pondokan vip terdapat balkon dan api unggun di dalam. Kami memilih pondokan standar, karena kasurnya lebih besar, kebetulan kami berenam. Dua kasur ternyata cukup dan tidak perlu menambah ekstra bed, cuma nambah selimut karena dingin bangeeet!
Waktunya makannnn! NOMNOMNOM.
Khusus untuk para  pecinta ramen, mie, atau masakan Jepang.
Kalau buat orang Bandung dan suka ke CiWalk udah pasti tau sama tempat makan ini.
D A I J I R A M E N.

Pernah coba?

Bagi yang pernah coba, gimana rasanya?
Bagi yang belum. Wajib coba.
Di kedai ramen ini terdapat beberapa jenis ramen, mulai dari Shoyu Ramen, Daiji Ramen, Miso Ramen, sampai Curry Ramen.
"Jangan lupa oleh-oleh, ya!" 

Kata-kata yang pasti terucap dari semua orang dekat ketika kita akan berlibur atau pergi ke suatu tempat. Memang, tidak lengkap ya rasanya jika berlibur tidak membeli oleh-oleh, baik untuk dipakai sendiri ataupun untuk kerabat. Kita harus bisa memilih tempat yang tepat, berkualitas bagus, harga murah, sehingga kita bisa membeli buah tangan cukup banyak. Namun, menemukan tempat yang seperti itu memang sedikit susah apalagi di daerah pariwisata, terkadang beberapa orang tidak mau ribet dan tidak mau menawar. 

Beberapa waktu yang lalu saya sempat mengunjungi Bali. Sebelum berangkat sudah terpikir apa oleh-oleh yang akan saya bawa, di mana tempat yang murah. Baju Barong dan Joger yang ada di pikiran saya. Saya dapat satu rekomendasi dari ibu saya tempat berbelaja oleh-oleh yang murah dan di jadwal tour diselipkan untuk mengunjungi tempat berbelanja oleh-oleh yang murah. Berikut daftarnya, di tempat yang saya sebutkan ini kalian tidak perlu menawar, sudah murah. Semoga bermanfaat dan menjadi referensi untuk membeli oleh-oleh bagus dan murah dari Bali :)

1. KRISNA Oleh-Oleh Bali (http://krisnabali.co.id)



Krisna mempunyai 4 outlet di lokasi yang berbeda di Bali. Kemarin saya berbelanja di Krisna yang berada di Jalan Sunset Road. Saya menginap di kawasan Legian, untuk mencapai Krisna saya menggunakan taksi, seingat saya paling hanya 5-10 menit untuk sampai di Krisna, di argo sekitar 15 ribu rupiah, tetapi kita harus membayar minimum payment, tidak masalah. Di ini tempatnya sangat luas, terdapat beberapa kasir sehingga tidak perlu mengantri panjang dan berbagai macam oleh-oleh bali hampir semua tersedia di sini. Soal harga, di sini sangat murah dan kita tidak perlu menawar.

Gelang dimulai dari harga Rp. 1500,- ke atas,
Kalung dimulai dari harga sekitar 7 ribu atau 10 ribu saya lupa :D,
Baju dimulai dari harga sekitar 14 ribu ke atas,
Udeng 12 ribu,
Makanan, saya ga liat harganya :p

Gimana? Murah kan? Saya kalap berbelanja di sini dan kita tidak perlu menawar.

Alamat:
Krisna Nusa Indah Jl. Nusa Indah No. 77 Denpasar Bali
Krisna Nusa KambanganJl. Nusa Kambangan 160 A Denpasar Bali
Krisna Sunset Road Jl. Sunset Road No. 88 Abian Base Kuta Bali
Rama Krisna Jl. Raya Tuban no 2x

2. CENING BAGUS

Terletak di Jalan Batu Bulan Sukawati, Gianyar, Bali. Tempatnya luas juga, mirip seperti Krisna, namun di sini lebih banyak untuk oleh-oleh berjenis makanan, seperti kacang dan coklat, tetapi baju, sandal, dan aksesoris juga ada ko, jangan khawatir. Saya membeli beberapa oleh-oleh di sini.

Daster 28 ribu
Sandal anak kecil 12 ribu
Gelang-gelang kecil 5 ribu (3pcs)
Udeng (6ribu)

Gimana? Murah juga kan? Jika dibandingkan dengan Krisna, hampir sama, tidak terlalu jauh.

3. JOGER (http://www.jogerjelek.com)

"Kalau Bisa, Jangan Terlalu Rajin Belajar"

Di atas adalah salah satu kata-kata favorit saya dari Joger. Rasa-rasanya ini oleh-oleh yang paling khas dari Bali selain baju barong, ya, hehe. Joger terkenal dengan kata-katanya yang unik. Joger terletak di dua tempat berbeda di Bali, yang satu terletak di Kuta dan satu lagi di Luwus. Selain Krisna dan Cening Bagus, Joger juga bisa menjadi pilihan untuk berbelanja oleh-oleh, selain terkenal dengan kaosnya, Joger juga menyediakan pernak-pernik khas Bali. Soal harga, menurut saya sih standar, dengan kaos yang berkualitas bagus dan kata-kata yang unik, harga yang ditawarkan sangat terjangkau.

Baju anak kecil dimulai dari 45 ribu ke atas,
Baju dewasa dimulai dai 50 ribu ke atas
Tas 60 ribu ke atas
Sandal 30 ribu ke atas

Alamat:
Jalan Mekarsari - Luwus KM 37.5 (Jalan Raya Baturiti, Bedugul)
Jl. Raya Kuta (tanpa nomer), Denpasar - Bali.



Bali. Terima kasih untuk empat hari yang menyenangkan.
Bali sore hari, perjalanan dilanjutkan menuju Gilimanuk untuk menyebrang ke Pulau Jawa. Perjalanan dimulai dengan menyusuri jalan yang disebelah kirinya berhadapan langsung dengan pantai dan laut, entah apa namanya. Lalu dilanjutkan melewati seperti hutan, entah ini hutan atau apa yang jelas jalannya kecil, gelap dan di kanan kiri hanya pohon. Lalu saya tidak ingat seperti apalagi jalannya yang saya tahu sekitar pukul sepuluh atau setengah sebelas malam saya sudah sampai di Gilimanuk.

Di Gilimanuk harus menunggu dulu untuk masuk ke dalam kapal. Tidak terlalu lama kami semua turun dari bis, menyebrang melalui dermaga lalu masuk kapal. Walaupun sudah malam masih saja ada beberapa anak kecil yang meminta dilemparkan uang dan wajah mereka seram-seram, tidak diberi mereka mengumpat. Sungguh saya tidak pernah suka naik kapal, entah itu kapal nelayan, kapal kecil, atau kapal feri sekalipun. Mual. Sekitar 45 menit kami sampai di Pelabuhan Banyuwangi.

Menyebrangi dermaga lalu masuk bis lagi dan perjalanan dilanjutkan menujuuuuuuuuuuuuu...menuju kemanaaaaaaaaaa? BROMOOOOOOOOOOOOO! Wooo, i'm just too excited.
Pukul tiga subuh sudah sampai di RM Bromo Asri (terletak di Jalan Raya Probilinggo) setelah menempuh perjalanan sekitar dua jam setengah m untuk berganti kendaraan menggunakan mini bus lalu jeep karena bis hanya bisa mengantar sampai di sini. Untuk menuju puncak Bromo, kami diwajibkan dalam keadaan sehat lalu memakai pakaian dan perlengkapan yang menghangatkan badan karena menurut kabar udara di Bromo mencapai 12derajat celsius. Setelah berganti ke mini bus kami menuju pemberhentian selanjutnya yaitu sebuah mesjid yang terletak di pemukiman Suku Tengger. Sudah tidur dan terbangun lagi masih belum sampai juga, udara sudah terasa dingin, dan jalan menanjak tajam berkelok. Ternyata perjalanan menuju puncak itu sekitar 43km. Saya pikir dekat. Sampai di masjid, senangnya menemukan masjid walaupun kecil, mendengar Adzan yang tidak saya temukan di Bali. Shalat subuh berjamaah lalu menuju pemberhentian selanjutnya untuk berganti kendaraan, menaiki jeep dan mendapatkan snack.

Perjalanan yang sebenarnya baru dimulai. Bromo Jeep Club. Sekitar 150 jeep mengantar kami menuju lautan pasir Bromo. Saya sengaja duduk di depan di samping sopir. Sambil menikmati snack yang masih hangat sambil menikmati jalan yang menanjak dan berkelok tajam. Bapak sopir tentu saja sudah ahli, medan yang sulit tidak terlalu berarti baginya. Menyenangkan. Tidak begitu lama akhirnya kami sampai di lautan pasir Bromo. Ini kali pertama saya mengunjungi Bromo. Subhanallah...

Jeep hanya mengantarkan kami sampai lautan pasir. Benar saja begitu turun dari jeep, dinginnnn, Kami harus berjalan menuju pura, lalu jalan lagi ke atas menuju puncak Bromo untuk melihat matahari terbit. Bismillah. 
Saya berjalan bersama Ayah saya, Pak Aryo, dan Pak Teguh. Sambil berjalan saya sibuk dengan kamera, foto sana sini. Baru di tengah jalan sudah ngos-ngosan tapi harus semangat menuju puncak! Masih harus menaiki tangga yang banyak untuk menuju puncak, semangat lagi! Rasanya napas ini sudah habis dan akhirnya sampai juga di puncak Bromo. SUBHANALLAH!!! Tidak berhenti bertasbih melihat keindahan dunia yang diciptakan-Nya. Indah sekali ya Allah.

Saya tidak terlalu lama berada di puncak karena cukup seram, terpeleset sedikit saja sudah langsung nyemplung ke kawahnya. Perjalanan menuju ke bawah tidak kalah sulitnya ketika meuju puncak tadi. Tangga untuk turun dipenuhi oleh pasir sehingga ketika menginjaknya harus berhati-hati agar tidak terpeleset. Saya foto-foto di bawah saja sampai bosan. Indah. Tidak ingin pulang rasanya. Udara sudah tidak terlalu dingin saya memutuskan untuk turun dan pulang.

"Teh, apa pelajaran yang kamu ambil dari Bromo?" tanya Ayah saya ketika jalan turun.

"Hmmmm."

"Keindahan ciptaan-Nya, kebesaran-Nya, Teh. Harus sadar bahwa kita itu kecil."

Subhanallah. Subhanallah. Subhanallah.
Sungguh rasanya tidak ingin pulang. Ketika saya turun masih saja ada yang baru akan naik. Rugi! Kalau mau mengunjungi Bromo harus sempat sekalian melihat matahari terbit. Kembali naik jeep, pindah ke mini bus, menikmati pemadangan perkebunan, tidur, lalu sampai di Bromo Asri, mandi, makan, ngecas, saatnya pulang! Oh ya, Suramadu dulu...


 Sunset



 






kepeleset = nyemplung!

Sunshine

Lautan Pasir Bromo



menyempatkan Shalat Duha





Oke, cerita Bali dilanjut di hari ke empat.

Hari ini hari Jum'at. Jadwal hari ini setengahnya belanja.
Hari ini sih tepat waktu. Alhamdulillah. Tujuan pertama adalah Cening Bagus, pusat oleh-oleh yang terletak di daerah Gianyar. Di Cening Bagus lebih didominasi oleh-oleh makanan tapi tenang, baju dan aksesoris khas bali pun tersedia walaupun tidak selengkap di Krisna. Di sini saya membeli daster untuk ibu, beberapa gelang, sandal, dan udeng khas bali untuk sepupu saya. Entah kenapa saya dan ayah tidak terlalu tertarik dengan makanan, terutama kacang. Seperti kata Pak Aryo yang mengatakan bahwa kacang dimana-mana rasanya sama ya seperti itu saja, seperti kacang. RT Pak Aryo!

Setelah Cening Bagus kami menuju Joger Luwus yang berada di daerah Tabanan, Bali. Oh ya, di perjalanan kami sempat ditunjukan pohon kelapa bercabang empat. Tidak lengkap ya rasanya kalau ke Bali tidak membeli oleh-oleh di pabrik kata-kata Joger. Joger hanya ada di Bali, terdapat di dua tempat yaitu Kuta dan Luwus. Luwus itu daerahnya seperti sedikit desa, tidak terlalu ramai. Walaupun begitu, sesampainya saya di Joger, sudah banyak bis yang parkir. Memang Joger selalu ramai. 

Begitu mau masuk, setiap pengunjung diberi stiker yang bertuliskan VIP "Very Iseng Person." Di bagian depan terdapat pernak-pernik Bali. Baju berada di bagian belakang, sendal dan tas berada di lantai dua. Di sini terdapat berbagai tulisan, saya tidak begitu ingat dengan semua tulisannya karena ada tulisan "dilarang mengambil foto" sehingga saya tidak ingat hehehe. Yang saya ingat tulisan yang mengingatkan "awas copet." Di sini saya  membeli kaos untuk adik-adik dan om, tas untuk mamah, dan sendal untuk Resha, tidak lupa kaos untuk saya sendiri. Bingung juga memilih baju yang kata-latanya unik, karena semuanya memang unik. Nanti tulisan-tulisan unik di bajunya saya post khusus, ya. Waaaaaa, di sini paling kalap belanja. Rasanya semua ingin saya masukan ke kantung belanjaan. Soal harga? Menurut saya harga di sini tidak terlalu mahal, ini daftarnya.

kaos anak kecil berkisar Rp. 45.000,- sampai Rp. 50.000,-
kaos dewasa berkisar Rp. 50.000,- ke atas
sandal Rp. 30.000,- ke atas
tas Rp. 60.000,- ke atas.

Termasuk murah, kan? Ketika masih sibuk di kasir, tour guide mengingatkan sudah masuk waktu Shalat Jum'at. Berhubung masih di Bali dan susah menemukan masjid, tempat makan di sebelah Joger disulap menjadi tempat shalat, tidak masalah. Sambil menunggu yang shalat saya sih jajan, ga boleh lupa sama jajan. Setelah beres shalat jumat saya pun shalat lalu dilanjutkan makan siang bersama.

Setelah beres shalat dan makan perjalanan dilanjutkan menuju tujuan terakhir di Bali. Tanah Lot. Saya lupa berapa lama perjalanannya, yang jelas kalau tidak salah sampai di Tanah Lot itu setengah empat sore. Di sini terdapat dua pura yang satu terletak di atas tebing dan terletak di atas bongkahan batu. Untung saja air laut sedang surut sehingga bisa menyebrang ke Pura walaupun tidak bisa masuk. Di sini juga terdapat ular suci yang dipercaya sebagai ular penjaga pura. (Info dari tour guide ketika menuju Tanah Lot kurang saya dengarkan karena capek dan ingin tidur, maaf kalau infonya kurang hehe). Saya sibuk foto-foto, mumpung ada yang fotoin. Jam 5 kami menuju Gilimanuk. Sebelumnya foto-foto bersama tour guide karena meraka tidak akan ikut ke Pulau Jawa, walaupun mereka kadang sering tidak kami dengarkan ketika menerangkan, tapi sedih juga, apalagi pisah sama Nikadek dan Bli Made. BLI, MBO, Sampai jumpa lagi, ya :)


menuju Tanah lot dan pohon kelapa bercabang empat

w/ Teh Merlin dan Bu Maya

AYAH JUARA SATU!






Ken-ken kabareeeee? SUSU!


ini nih Mbo Nikadek a.k.a Agnes


Team Travel :)

BLI MADE ARMENA ARWENA AWRNEWA (entahlah, Bli, lupa)

Hari terakhir di Bali. Bali is a wonderful, amazing, remarkable island. Saya suka Bali, sangat suka dengan segala isinya, terutama pantainya dan budayanya. Hanya satu yang tidak saya suka dari Bali, kehidupan malam di Legian. Sampai jumpa lagi BALI!!!

Menuju Gilimanuk dan masih mau berkunjung di Pulau Jawa, kemana? Tebak!



Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda

TWIDER!

Tweets by @resna

Blog Archive

  • ▼  2019 (5)
    • ▼  Maret (3)
      • RE(S)KOMEN: Kedai Kopi Kulo
      • Supaya Gak Lupa
      • Kota Tua
    • ►  Februari (1)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2018 (6)
    • ►  Maret (4)
    • ►  Februari (2)
  • ►  2017 (1)
    • ►  Februari (1)
  • ►  2016 (4)
    • ►  Desember (1)
    • ►  Maret (2)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2015 (3)
    • ►  Maret (3)
  • ►  2014 (20)
    • ►  Oktober (2)
    • ►  Juni (5)
    • ►  Mei (2)
    • ►  April (5)
    • ►  Maret (1)
    • ►  Februari (1)
    • ►  Januari (4)
  • ►  2013 (22)
    • ►  Desember (1)
    • ►  November (5)
    • ►  Juli (3)
    • ►  Juni (2)
    • ►  Mei (2)
    • ►  April (2)
    • ►  Maret (1)
    • ►  Februari (2)
    • ►  Januari (4)
  • ►  2012 (12)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Juni (3)
    • ►  Mei (4)
    • ►  April (2)
    • ►  Maret (1)
    • ►  Februari (1)
  • ►  2011 (10)
    • ►  Desember (3)
    • ►  September (2)
    • ►  Agustus (3)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Maret (1)
Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Post

  • BALI #1: Sesumbar Gamau ke Bali
  • RE(S)KOMEN: KOZI
  • RE(S)KOMEN: BAHAGIA KOPI

Copyright © 2016 resnanadia. Created by OddThemes & Free Wordpress Themes 2018