RunRunRun

Beberapa hari sebelum naik Gede Pangrango, saya dan Reji nyempetin jogging sesering mungkin. Yang terakhir yang paling saya ingat, waktu itu pukul lima sore saya dan Rezy baru sampai di Sabuga untuk memulai lari sore kami. Sudah sangat sore sekali ya. Kami lari sekitar satu jam, satu jam buat saya paling hanya dapat beberapa keliling itupun ditambah jalan kaki. Semakin sore suasananya semakin menyenangkan, semakin sepi, langit semakin bagus, menurut saya suananya romantis! Jika tidak percaya, cobalah lari sore di Sabuga di hari yang cerah. Saya kasih liat  pemandangan sore hari di Sabuga, ya.


Taken by me :)

Dannn, mulai saat itu entah bagaimana, saya merasa senang untuk menyempatkan berlari lagi dan sedikit terobsesi dengan lari. Entah ada apa juga, my parent bought me some lovely running stuff . Kebetulan juga sempat mengobrol sedikit tentang lari dengan ayah saya,
“Lari tuh asik, Teh. Tantangan dari lari tuh gimana kita bisa naklukin diri kita sendiri. Kita bisa ga sampai target. Cobain sering lari, sekali-kali ikut maraton.
Waw! Ga salah, Pa? Nyuruh maraton. Mungkin tidak serius tapi entahlah kata-kata itu cukup menyihir untuk memulai lari lagi dan membayangkan suasana Sabuga sore hari. Let's hit Sabuga jogging track, you're gonna have a lovely afternoon.

Share:

0 comments